Header Ads

Breaking News
recent

Tentara Rusia ditarik dari Suriah, sebuah keraguan....

Rusia pada Jumat (6/1) mulai menghentikan keberadaan militernya di Suriah dengan menarik Kapal Induk Laksamana Kuznetsov dari kawasan Mediterania.Penarikan militer itu dilakukan setelah Rusia dan Turki memperantarai kesepakatan gencatan senjata untuk seluruh Suriah pekan lalu antara pemerintah dan kelompok-kelompok oposisi utama Suriah. 


Kesepakatan tersebut merupakan upaya terbaru untuk mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung hampir enam tahun di negara Timur Tengah itu. "Menurut keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, Kapal Induk Kuznetsov bersama kapal-kapal lainnnya dijadwalkan meninggalkan wilayah konflik pada Jumat malam menuju pangkalan di Rusia," kata kepala staf Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov. 

Menurut komandan gugus tugas, Kolonel Jenderal Andrei Kartapolov, penerbangan Angkatan Laut Rusia telah menghancurkan lebih dari 1.200 target teroris melalui 420 misi serangan dalam operasi selama dua bulan di Suriah. "Kapal induk itu telah menyelesaikan tugas di Suriah dalam misi tempur yang dikerahkan untuk pertama kalinya," kata Karpolov. 

"Dukungan militer Rusia telah memainkan peranan penting dalam kemenangan yang dicapai pemerintah Suriah di medan pertempuran," kata kepala Staf Angkatan Darat Suriah, Letnan Jenderal Ali Abdullah, dalam kesempatan terpisah.
Rusia dan para perantara potensial lainnya dijadwalkan melakukan pertemuan dengan pihak-pihak Suriah yang bertikai. Pembicaraan akan dilangsungkan di Astana, ibu kota negara Kazakhstan, akhir bulan ini. 

Pertemuan itu digelar sebagai upaya untuk mencari penyelesaian krisis berlarut-larut di Suriah, yang telah menewaskan lebih dari 300 ribu orang dan memaksa hampir 11 juta lainnya mengungsi.

Sebuah Sudut Pandang :

Apakah benar penarikan tentara Rusia dari Suriah dengan niat damai? 

Musuh Islam tidak akan tenang dan tinggal diam  melihat kaum muslimin hidup damai,  jika mereka bisa mengadu domba maka itu merupakan tontonan menyenangkan bagi mereka. Dan apabila tidak bisa, maka mereka sendiri yang akan membuat kekacauan di negara kaum muslimin. 

Mereka selalu berusaha membuat mereka tersiksa, mungkin saja ini hanya sekedar siasat untuk mempersiapkan kekuatan yang lebih besar. Berada di Suriah merupakan kesempatan mereka untuk membasmi kaum muslimin dinegrinya sendiri, yang intinya semua kerugian ada dipihak Islam.  Atau bisa saja mereka menggunakan cara lain untuk menghancurkan kaum muslimin di Suriah, hal itu disebabkan karna mereka melihat kekuatan Mujahidin disana yang sulit dikalahkan.

Peperangan di Suriah bukanlah perang saudara, karna yang diperjuangkan adalah Aqidah. Kita dapat melihat bagaimana penyiksaan tentara Basyar terhadap rakyatnya ataupun para Mujahidin yang tertawan.

Dan pembuktian bahwa perperangan ini bukan perang saudara yaitu pemaksaan kapada rakyat dari tantara Basyar untuk sujud kepada Basyar dan mengatakan “La ilaha Illa Basyar” yang artinya, tidak ada tuhan selain Basyar. Anda dapat melihat Videonya di Youtube dan media Massa ataupun Media Sosial. Basyar telah mengaku sebagai tuhan, ia adalah Firaun zaman ini.

Bukti kedua, Basyar bekerja sama dengan Kuffar yaitu Rusia dan sekutunya untuk membunuh dan menyiksa rakyat Suriah. Apakah seorang Muslim tega memanggil orang kafir untuk membunuh saudaranya sesama Muslim?.  Jawabannya jelas tidak, tidak ada seorang muslimpun yang menganggap darah saudaranya halal ditumpahkan, kecuali ia telah kafir.

Rakyat Suriah adalah pejuang Islam, sedangkan Basyar dan Sekutunya adalah musuh Islam. Mereka membasmi kaum sunni disana karna beda Aqidah, Rakyat Suriah adalah saudara seluruh kaum muslimin diseluruh dunia yang wajib kita bela dan kita perjuangkan.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.