Perampokan Pulomas, Kematian yang tak di inginkan
Enam orang tewas dalam perampokan
yang dilakukan Ramlan Butarbutar Cs di Pulomas Utara 7A, Jakarta
Timur. Meski kawanan ini kerap merampok dengan sasaran rumah mewah, namun
mereka tidak menyangka aksi yang dilakukan Senin 26 Desember 2017 itu menelan
korban jiwa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya
Kombes Argo Yuwono mengatakan, kawanan ini merampok dengan sasaran
barang-barang mewah yang mudah dibawa dan dijual. Tidak menyasar mobil atau
motor.
Mereka mencari target perampokan
secara acak. Sebelum menyasar kediaman mewah Ir Dodi Triono, mereka sudah
beroperasi di Jonggol dan Purwakarta, Jawa Barat.
"Kelompok ini memang modus
operandinya dia tidak pernah merusak pintu. Selama dia merampok ke mana-mana
mulai dari Solo, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta dia tidak pernah merusak
pintu. Modusnya seperti itu hanya kalau pintu terbuka dia baru masuk,"
kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/1/2017).
Saat mereka berhasil memasuki
rumah yang akan dirampok, kawanan yang menamai kelompoknya dengan sebutan
komplotan 'Korea Utara' ini akan berpura-pura mengenal korbannya. Lalu mereka
menggunakan ancaman verbal kepada korbannya.
"Dia bentak atau menodongkan
senjata api atau senjata tajam. Yang ketiga pasti mengikat entah itu pakai tali
sepatu atau rafia atau lakban. Yang seterusnya pasti menempatkan korban di
suatu ruangan kemudian dia melakukan aksi," Argo membeberkan.
Hasil pemeriksaan para penyidik
terhadap tiga tersangka yang berhasil dibekuk, aksi mereka adalah murni
perampokan. Namun, karena saat beraksi di Pulomas ruang yang terdekat adalah
kamar mandi, mereka menyekap 11 korban di kamar mandi berukuran 1,5 x1,5 meter.
"Dia tidak menyangka ada
korban meninggal. Karena selama dia melakukan aksinya malang melintang di
perampokan dia belum pernah melukai korban dan ada yang meninggal," kata
Argo.
Sumber :

Tidak ada komentar: