Header Ads

Breaking News
recent

Presiden Kontroversial dan Kejam, Namun didukung mayoritas rakyatnya


Ia adalah seorang mantan Walikota disebuah daerah di Negaranya, Ia dikenal kejam dan ceplas-ceplos saat bicara, tidak suka mengenakan pakaian formal. Baru beberapa bulan saja sudah ribuan yang dibunuh dalam sebuah program kerja yang disampaikan saat kampanye. Berani menghina Paus, Presiden Amerika bahkan ia mengancam PBB.


 Dia mendapat julukan “The Punisher” atau Sang Penghukum  oleh Presiden Benigno Aquino disebut sebagai calon diktator seperti halnya Adolf Hitrler. Sebanyak apapun bahasa-bahasa kasar dan nyeleneh yang diucapkannya, sama sekali tidak membuat pendukungnya berbalik arah. Mereka para pendukung juga tidak menghiraukan julukan kejam yang dilabelkan terhadap sosok Presiden kontroversial ini. Slogan ‘change is coming’ atau kedatangan perubahan yang dikampanyekan membuat pendukungnya mantap mendukungnya.

Berikut keterangan tentang dirinya yang menarik peratian Publik  :

Ketegasannya dalam memerangi Narkoba

Ia berjanji kepada rakyatnya akan mengakhiri perdagangan obat-obatan terlarang di Negaranya dalam kurun waktu 3-6 bulan mendatang. Hal ini terbukti sejak dilantik dan menjabat pada tanggal 1 Juli, Sejak menjadi presiden dan  mengobarkan perang brutal melawan narkoba. Sudah lebih dari 5.900 nyawa yang melayang.
Sementara, lebih dari 4.400 orang yang terkait narkoba telah ditangkap. Dia juga mengiming – imingi hadiah sebesar 2 juta peso atau sekitar Rp 570 juta kepada siapa saja yang berhasil menangkap polisi atau pejabat yang melindungi gembong narkoba di Negara yang dipimpinnya itu.
Dalam kampanyenya pada 7 Mei lalu ia menyatakan, "Lupakan hak asasi manusia. Jika saya berhasil masuk istana kepresidenan, saya hanya akan melakukan apa yang telah saya lakukan sewaktu menjadi wali kota dulu. Kalian para pecinta narkoba, tukang sembunyi dan tak mau berbuat apa-apa, lebih baik enyah saja kalian. Karena saya akan bunuh kalian. Saya akan buang kalian semua ke laut untuk menggemukkan perut ikan-ikan di sana,”
Hina Presiden Amerika

Ketika Obama Masih menduduki kursi kepresidenan, ia sempat mengkritik kebijakannya dalam memerangi narkoba. Menanggapi hal itu ia berkata  "Siapa Obama berani menanyakan saya mengenai hal itu? Saya akan bertanya kepada Anda, Anda siapa?". Bahkan dikabarkan ia berkata "pergilah keneraka"


Ancam PBB

Tindakan main hakim sendiri dalam program anti narkotika yang diusung olehnya mendapat kecaman keras dari aktivis pembela HAM, dan dari organisasi PBB. Sekretaris Jenderal PBB memprotes keras kebijakan kerasnya yang diduga melibatkan aksi pembunuhan tanpa melalui proses peradilan itu.
Protes keras itu kemudian ditanggapinya dengan sengit. Dia meminta agar PBB tidak ikut campur dalam urusan pemerintahannya. "Mungkin kami akan memutuskan untuk berpisah dengan PBB. Jika PBB tak memiliki rasa hormat, maka kami akan meninggalkan PBB," ujarnya dalam jumpa pers  pada tanggal 22 Agustus lalu.
Tetapi, belakangan ucapan itu diralatnya sendiri. Dia menyebut kalimat itu hanya sekedar lelucon belaka. "Anda tidak bisa diajak bercanda ya," ujarnya kepada media yang menanyakan tentang keseriusannya akan pernyataannya.
Sebelumnya, ia juga pernah menyampaikan komentar pedas terhadap PBB, karena dianggap ikut campur dalam urusan internal Pemerintah negaranya. Dia menyebut PBB dengan kata “persetan”. Menurutnya, sebagai organisasi, PBB dianggap gagal memecahkan berbagai isu internasional seperti pembantaian di Afrika Selatan. dia juga mengatakan PBB tidak pernah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Negaranya.
Hujat Paus Paulus

Ia sempat menyebut Paus Fransiskus "anak pelacur" saat bercerita soal dirinya yang pernah terjebak macet akibat kunjungan sang paus.


 Memperbolehkan Indonesia Untuk Mengejar Bajak Laut samapai kelaut negaranya, bahkan Untuk membunuh Pembajak tersebut

Saat ia mengunjungi Jakarta, membahas pembajakan dan isu-isu keamanan lain Jumat lalu (9/9/16) dengan Presiden Joko Widodo.
Ia mengatakan jika pasukan Indonesia mengejar bajak laut dan memasuki perairan Negara kami, "mereka boleh terus maju dan menembaknya,"  "Itu kata-kata saya kepada Widodo. Saya bilang, 'ledakkan saja mereka.'" Ia menambahkan, "Tapi jika ada ikan-ikan hiu, lemparkan saja mereka ke ikan hiu."
Sipakah Dia?
 Dia adalah Duterte Presiden Filipina yang menurut penelitian sebuah lembaga riset memiliki peringkat tertinggi dalam kepuasan rakyatnya di Asia.

Ancaman keras untuk Para Koruptor

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam bahwa para koruptor akan dilempar dari helikopter yang mengudara di atas Manila. Duterte menegaskan bahwa ia telah melakukan tindakan seperti itu sebelumnya.
Duterte setelah menggebrak para bandar, pengedar dan pengguna narkoba, kini membidik para koruptor. Ia mengancam akan melemparkan pejabat yang mencuri anggaran publik dari atas helikopter yang sedang terbang.

Ancaman ini disiarkan lewat televisi nasional Filipina. “Saya akan ajak pejabat yang terbukti melakukan korupsi anggaran publik naik helikopter ke Manila, dan mendorongnya keluar helikopter saat kami berada di udara”, kata presiden Filipina yang programnya mengundang pro dan kontra itu, sebagaimana dilansir DW, Kamis (29/12/2016).


Tentunya Keinginannya yang kuat dan tegas dalam memerangi narkoba semua orang setuju, hanya saja cara yang dilakukannya perlu dirubah dan diperhalus lagi. Namun walaupun begitu ia bisa dikatakan lebih baik dari Indonesia yang terlihat lambat dan lemah dalam memerangi Narkoba. Buktinya Ribuan Hektar ganja masih banyak terdapat di Aceh, kenapa pemerintah tidak menyusuri seluluh wilayah yang dicurigai. Begitu juga dengan banyaknya kasus narkoba yang menimpa para public figure.

Kita tunggu aksinya untuk memenuhi ucapannya tentang melempar para koroptor dari helikopter, ini merupakan sebuah sikap yang serius dalam memerangi kejahatan. Andai Saja dia Seorang Muslim, tentu kebijakannya akan dipertimbangkankan dengan syariat Islam yang penuh dengan kasih sayang ini.

Keberaniannya terhadap Presiden Amerika dan PBB patut di acungi Jempol, sangat jarang ada Negara berkembang yang berani melontarkan pernyataan keras seperti itu kepada Amerika dan PBB.



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.